Selasa, 13 April 2010

Tafsir Bil Ma’tsur Dan Tafir Bil Ra’yi

A. Tafsir Bil Riwayah atau Tafsir Bil Ma’tsur
1. Pengertian Tafsir Bil Ma’tsur
Tafsir bil ma’tsur adalah tafsir Al Qur’an yang berasal dari Al Qur’an atau Sunnah atau perkataan Shahabat sebagai penjelasan terhadap maksud Allah pada Al Qur’an.
2. Contoh Tafsir Bil Ma’tsur
a. Tafsir Al Qur’an dengan Al Qur’an
Allah berfirman pada Q.S Al Baqarah : 37


Kemudian datang penjelasan tentang apa yang ditemui Adam pada Q.S Al A’raaf : 23




b. Tafsir Al Qur’an dengan Sunnah
Bahwasanya Rosulullah menjelaskan makna syirik dari firman Allah padda Q.S al An’am : 82





c. Tafsir Al Qur’an dengan peerkataan Shahabat
Yaitu Hadirs yang diriwayaatkan oleh Thobari dari Abbas tentang firman Allah “ ألا تعدلوا “ di tafsirkan dengan “ ألا تميلوا “
Zarqoni menukil dari Imam Ahmad bahwasanya tafsir bil ma’tsur ada 2 jenis yaitu :
1. Tafsir yang menunjukkan kebenarannya dan diterimanya, dan tafsir ini tidak seseorangpun yang berhak menolaknya
2. Tafsir yang periwayatannya tidak shahih karena beberapa sebab, dan tafsir ini wajib ditolak dan tidak boleh digunakan
3. Contoh kitab tafsir bil ma’tsur
a. Jamiul bayan ‘an tafsir atau Al Qur’an Imam thobari
Dikarang oleh Al Haafid Muhammad bin Jariir Ath Thobari. Lahir pada tahun 224 H dan meninggal pada tahun 310 H. dan kehususan kitab ini adalah didalamnya teerdapat beberrapa perkataan sahabat dan tabi’in beserta penetapan sanatnya, dan merajihkan atau memperkuat antara satu dengan yang lainnya. Adapun prakteknya kebanyakan membahass hukum dan menyebutkan I’rab. Ddan kadang kadang menyebutkan sanat yang tidak sahih tanpa ada peringatan. Dan tafsir ini merupakan tafsir teertua yang sampai kepada kita dengan lengkap.
b. Tarsir Al Qur’an Al ‘Adhim Ibn Katsir
Dikarang oleh Al Haafidh ‘Imaaduddin Isma’il ibn Umar ibn Katsir Al Damasyqii. Lahir pada 700 H dan meninggal pada 774 H. Kitab ini menafsirkan Al Qur’an dengan beberrapa hadits dan kalam sahabat, dan beberapa komentar umum sebagai celaan ataupun penilaian dan merajihkan antara satu dengan yang lainnya.
c. Ad Diraru Al Mantsuru fi at Tafsir bil ma’tsur, Suyuti
d. Dikaarang oleh imam Jalaluddin As Suyuti, lahir pada 749 H dan wafaat pada 911 H
e. Al Mahrir Al Wajiz ( ‘Abdul Haq ibn Ghalib ibn ‘Ithyah Al Andalusi : 481-536 H)
f. Al Kasyfu wal Bayaan lil Tsa’labi
g. Mu’alimut Tanziil lil Baghowi
h. Al Jawaahir Al Hasan lil Tsa’labi
i. Fathul Qodir lil Asy Syaukani
B. Tafsir bil Ra’yi
1. Pengertian
Tafsir yang mana para mufassirnya dalam menjelaskan makna Al Qur’an berdasarkan atas ijtihadnyaa bukan dengan perkataan para sahabat atau tabiin. Tafsir ini juga dinamakan Tafsir Diraayah atau Tafsir Ma’quul

Adapun Muhammad Ali Ash Shobuni membgi tafsir ini menjadi 2 yaitu :
a. Mahmuud : tafsir yang sesuai dengan maksud Allah, jauh dari kebodohan dan sejalan dengan qowaid bahasa arab dan sesuai dengan ketentuan dalam pemahaman Al Qur’an
b. Madzmuum
2. Contoh Kitab Tafsir bil Ra’yi al Mahmuud
a. Mafaatihul Ghoib (Muhammad ibn Umar ibn Husain Al Razi)
b. Anwaar at Tanziil wa Asraarit Ta’wiil (Abdullah ibn Umar al Baidhowi)
c. Libaabi at Ta’wiil fi Ma’aani at Tanziil (Abdullah ibn Muhammad Al Khaazin)
d. Mudaarakut Tanziil wa Haqaaiqut Ta’wiil ( Abdullah ibn Ahmad An Nasfii)
3. Contoh Kitab Tafsir bil Ra’yi al Al Madzmuum
a. Al Kasyfu (Muhammad Az Zamkhasyiri)
b. Tanziihil Quran ‘an Al Muthaa’an (al Qaadhii Abdul Jabaar)


Munaasabat (kesepadanan dan keserasian ) dalam Al Qur’an

A. Pengertian Munasabah
Bahasa : bentuk yang sama dan berdekatan
Istilah : hubungan ayat Al Qur’an antara satu dengan yang lainnya sehingga menjadi sepeerti satu kata yang sssaling sesuai dan berurutan maknanya.
Ibn Arabii : pengarahan hubungan antara kata kata dalam suatu ayat dengan setiap ayat sebelum dan sesudahnya atau surat sebelum dan sesudahnya.
B. Macam Macam Munasibah Dalam Al Qur’an dan Contohnya
1. Munasabah antara Ayat Al Qur’an dengan ayat yang lain
Contoh antara


Dengan



2. Munasabah antara Surat Al Qur’an dengan surat yang lainnya
Yaitu Munasabah antara Surat Al Falaq dengan surat al Ikhlas. Sedangkan segi keserasiannya adalah bahwa Allah menerangkan tentang perintah Uluhiyyah pada surat Al Ikhlas kemudian diteruskan pada surat AL Falaq sebagai penjelas dan penjagaan terhadapnya kepada Allah dari berbagaimacam kejelekan.
Munasabah antara ayat dengan ayat yang lain kadang kala tertutup seperti firman Allah yang memberitahukan tentang apa-apa yang masuk ke bumi dan apa yang keluar darinya, dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan faidah nya yaitu menjadikan kedua ayat tersebut seperti pengawas dan syarikat.
Dan kadang hubungan keduanya adalah berlawanan sepeerti keserasian penyebutan rahmat setelah menyebutkan adzab atau kesenangan setelah ketakutan dan sebagainya yang merupakan tanda atau kelaziman logika seperti sebab dan yang menyebabkan atau alasan dan yang dialasi.

Asbabun Nuzul

A. Pengeertian
Yaitu peristiwa yang menyebabkan turunnya Al Quran baik berupa suatu kejadian atau pertanyaan (mana’ul Qathan)
B. Kitab-kitab Asbabun Nuzul
1. Asbabun Nuzul karya Ali bin Madani
2. Asbabun Nuzul karya Al Wahidi
3. Asbabun Nuzul karya Ibn Hajar
4. Lubab Al Mauqul fi Asbab An Nuzul karya As Suyuti
C. Manfaat
1. dapat mengetahui hikmah disyariatkannya syariat
2. Merupakan sarana terbaik untuk memahami makna Al Quran
3. Memudahkan menghafal dan memahami Al Quran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar